Kisruh Gelaran SEA Games 2019

Sejumlah keluhan dari para atlet berbagai Negara pada gelaran SEA Games 2019 membuat Filipina mendapat banyak kecaman. Sebagaimana dilansir GMA News, complain bahkan datang dari atlet dalam negeri, yaitu timnas putri Filipina karena tak mendapat layanan yang wajar masalah konsumsi tim serta penginapan. Tim atlet tersebut diketahui tak mendapat jatah makan dan kamar hotel, sehingga terpaksa tidur hanya beralas karpet. Konon ini karena penyelenggara belum mempersiapkan kamar bagi mereka.

Para atlet yang beragama Islam juga mengalami kesulitan karena jumlah makanan halal yang sangat minim, ditambah tak ada pemisahan antara makanan halal serta non-halal. Masalah demi masalah yang berkaitan dengan akomodasi juga dialami oleh timnas U-23 Kamboja.

Industry pariwisata Filipina turun tangan

Kekacauan penyelenggaraan SEA Games 2019 tersebut membuat industry pariwisata Filipina campur tangan. Sebagaimana dimuat pada laman Philippine News Agency, Departemen Pariwisata Filipina ( PDOT) mengadakan pertemuan darurat bersama beberapa asosiasi pariwisata di kawasan Makati City.

Hasilnya, salah satunya adalah menambah fungsi meja yang diletakkan pada lobi-lobi hotel yang awalnya ditujukan untuk promosi tentang pariwisata Filipina. Meja-meja tersebut sekarang juga berfungsi untuk menyebarluaskan informasi yang berasal dari Phisgoc (Panitia SEA Games 2019). Selain itu meja-meja promosi paket wisata tersebut juga diperuntukkan bagi pihak atlet atau yang terkait untuk melayangkan keluhan agar ditindaklanjuti oleh Phisgoc.

Hal yang patut diapresiasi dalam hal ini adalah respon asosiasi pariwisata Filipina yang bersedia untuk campur tangan memberikan bantuan untuk mengatasi berbagai masalah yang terjadi. Romulo-Puyat, Tourism Secretary PDOT Romulo-Puyat menegaskan bahwa vendor-vendor dan perusahaan pariwisata menyatakan kesediaannya untuk membantu dengan menawarkan aneka layanan dan produk mereka secara gratis untuk kesuksesan SEA Games 2019.

Lebih lanjut dirinya mengatakan bahwa kondisi demikian ini menjadi tantangan bagi industry pariwisata Filipina untuk membuat tamu-tamu yang berkunjung tetap merasa puas dan mendapatkan pengalaman yang menyenangkan. Senada dengan Romulo-Puyat, Jose Clemente III, Presiden Tourism Congress of the Phillipines (TCP) juga meyakinkan bahwa semua elemen yang tergabung dalam industry pariwisata Filipina siap mendukung gelaran SEA Games 2019.

Alasannya adalah rasa bertanggungjawab untuk menunjukkan hal-hal yang terbaik dari negara tersebut. Dengan Optimis Jose Clemente III mengatakan bahwa pihaknya akan tetap focus dan tak lagi mempermasalahkan bagaimana momen tersebut dimulai, melainkan berkonsentrasi untuk menyelesaikannya dengan sebaik mungkin.

Menteri Pemuda dan Olahraga himbau netizen Indonesia tidak merundung Filipina

Zainudin Amali, Menteri Pemuda dan Olahraga Zainuddin Amali menghimbau masyarakat Indonesia untuk tetap mendukung gelaran SEA Games 2019 di Filipina. Berbagai masalah yang menimpa para atlet Indonesia sebaiknya tak membuat masyarakat menghina negara tuan rumah. Ini dikhawatirkan justru memperburuk pelayanan bagi para atlet Indonesia yang tengah berlaga pada ajang tersebut.

Zainudin menambahkan bahwa pemerintah akan mengupayakan untuk mendapatkan pelayanan yang optimal bagi para atlet. Upaya ini sudah mulai dilakukan dengan pertemuan antara Raja Sapta Oktohari, Ketua Komite Olimpiade Nasional dan ketua NOC Filipina. Pihak panitia, menurut Zainudin tengah berusaha melakukan hal yang terbaik untuk mengatasi berbagai masalah yang terjadi. 

Lebih lanjut Zainudin mengatakan bahwa Indonesia sendiri sudah pernah menjadi tuan rumah gelaran tersebut sehingga sedikit banyak memahami apa yang dialami oleh panitia. Sementara tentang makanan halal untuk para atlet Indonesia, sudah diantisipasi sebelumnya oleh Chief de Mission (CdM) dengan makanan cadangan. Lagi pula hingga saat ini belum ada laporan keluhan dari atlet Indonesia.