PBSI Tarik Para Bintang dari Swiss Open 2021

Badminton World Federation (BWF) sudah mulai menyelenggarakan pertandingan pertandingan bulu tangkis seperti tahun tahun sebelumnya. Indonesia ikut aktif ikut serta dalam BWF Tour dalam usaha mengumpulkan poin dan mendapatkan banyak trofi. Namun di ajang Swiss Open 2021, Indonesia memutuskan untuk menarik para pemain sehingga hanya menyisakan beberapa pemain saja. Begitu juga di ajang German Open, Indonesia hanya akan mengikutsertakan beberapa pemain saja di dalam ajang tersebut.

Siapa yang Jadi Wakil Indonesia di Swiss Open?

Penarikan pemain badminton perwakilan Indonesia untuk ajang Swiss Open akan berdampak cukup signifikan pada daftar unggulan di dalam draw pemain. Awalnya Indonesia akan mengirimkan 11 wakil di dalam berbagai kelas atau pertandingan. Namun pada akhirnya hanya menyisakan dua nama dalam daftar unggulan BWF Swiss Open. Meskipun demikian, banyak pemain Indonesia yang absen tetap saja daftar unggulan di ajang BWF tersebut masih menjadikan Asia sebagai benua yang mendominasi pemain yang ikut serta Swiss Open.

Swiss Open 2021 direncanakan akan diadakan pada tanggal 2 hingga 7 Maret 2021. Dari 11 perwakilan yang diputuskan, hanya Shesar Hiren Rhustavito yang ditempatkan pada tunggal putra. Sementara itu, Hafiz Faizal dan Gloria Emanuelle Widjaya ditempatkan pada sektor ganda campuran. Di sektor lainnya Indonesia tidak menurunkan wakil dan dengan legawa akan menerima hasil pertandingan apapun hasilnya nanti. Shesar Rhustavito akan menjadi satu satunya tunggal putra yang menjadi wakil Indonesia. Dirinya menjadi unggulan tujuh di ajang tersebut.

Ganda campuran menempati peringkat ke delapan pada daftar unggulan Swiss Open. Meskipun Hafiz dan Gloria terus menerus diberikan kritik karena performanya yang semakin menurun, diharapkan pasangan ini akan mampu mendongkrak permainannya sehingga lolos ke babak final dan mendapatkan gelar. Rangkaian Europe Tour BWF tahun ini diawali denan Swiss Open kemudian dilanjutkan dengan German Open. German Open dilaksanakan pada tanggal 9 hingga 14 Maret, dilanjutkan dengan All England Open tanggal 17 hingga 21 Maret.

PBSI Ingin Pemain Fokus All England

Alasan penarikan banyak pemain badminton dari ajang Swiss Open dan German Open karena PBSI ingin para pemain fokus dengan ajang slot game terbaru yang lebih besar yaitu All England. Latihan pun difokuskan untuk bisa simulasi seakan akan sedang melakukan pertarungan di dalam arena All England dengan poin BWF tur yang lebih besar dibandingan dengan tur lainnya. Untuk informasi, Swiss Open adalah series 300 sama seperti German Open. Sedangkan All England adalah series dengan poin tertinggi yaitu series 1000.

Mengingat keadaan dunia yang sedang tidak sehat, sebuah keputusan bijak bagi PBSI tidak memporsir tenaga dan performa pemain pemainnya. Fokus pada All England bisa menjadi salah satu hal yang harus dicapai. Apalagi trofi dan gelar yang bisa didapatkan di dalam ajang tersebut cukup besar meskipun tidak masuk hitungan olimpiade. Nilai dan poin dari BWF series ini akan diakumulasikan dan pemain dengan poin tertinggi akan mendapatkan kesempatan ikut seta dalam BWF Final di akhir tahun mendatang. Semoga saja tim nasional Indonesia mampu mengharumkan nama Indonesia di seluruh ajang BWF Tour, baik Swiss Open 2021, German Open ataupun All England. Rakyat Indonesia menunggu kabar para pemain dalam keadaan sehat dan membawa pulang gelar serta trofi. Harumnya nama Indonesia di bidang badminton sering kali terdengar karena BWF Tour ini secara konsisten dilaksanakan setiap tahunnya.